Her.

cover-her

H e r

©2017 – castorpollux

[PTG’s] Wooseok x [I.O.I’s] Doyeon

AU!, Fluff | Teen

.

Preview : High

also posted on PTGFFI

.

‘mungkin gadis-gadis akan melanjutkan pubertas mereka sampai berchapter-chapter maupun mengalahkan sinetron penjual bubur, atau sampai-sampai memecahkan rekor rating Goblin’

.

Tidak tahu kenapa sejak aku mengatakan bahwa diriku ini menyukai seorang Kim Yerim wajah Doyeon kusut, entahlah aku juga tidak tahu penyebabnya. Padahal sedari tadi aku memperhatikannya sejak dari rumah hingga di taman dia kelihatan senang sekali(apalagi ketika aku menggandeng tangannya, sumpah aku enggak bermaksud lain) aku tahu betul sifat Doyeon, ketika dia tidak suka dengan sesorang maka dia tidak akan menyukai orang itu sedikit pun, meski orang itu berbuat baik padanya. Tapi jika kalian sudah sangat mengenal Doyeon aku pastikan bahwa kehidupan kalian bersamanya akan menyenangkan. Contohnya saja di sekolah Doyeon tidak segan-segan membuatkan catatan pelajaran hari itu jika kalian tidak masuk sekolah, mengajak kalian pergi ke kantin bersama walaupun Doyeon tidak dekat dengan salah satunya, memberikan nasehat ketika kau mendapat masalah, seperti yang aku lakukan tadi, aku memintanya untuk—ya memberikan wejangan apa saja yang harus aku lakukan kedepannya. Jadi begitulah Doyeon.

Aku pun mengenal gadis itu secara tak sengaja, maksudku dari tahun pertama Doyeon sama sekali tidak menarik (pfft) tinggi nya masih standar cewek di sekolah, penampilannya biasa aja enggak ada yang wow dari gadis itu, sampai liburan kenaikan kelas di mulai aku tidak bertemu dengannya, lalu pada hari sabtu minggu ke dua liburan teman satu kelas mengajak berkumpul di karaoke dekat sekolah untuk—istilahnya temu kangen kali—aku melihat cara berpakaian plus berdandan dan pertumbuhan Doyeon yang begitu pesat, lihat dia tinggi nya saja sudah seratus tujuh puluh-an, oh ya style fashionnya sudah tidak memalukan seperti dulu(kalau kalian ingin tahu dulu Doyeon memadukan kaos lengan panjang motif kotak dengan rok ala balerina dan sepatu boots ewh!) dan see pubertas Doyeon benar-benar goals. Kala itu aku sedang berbincang dengan Vernon untuk membahas game keluaran terbaru, sekilas aku mendengar Dahyun memanggil Doyeon “gila Doy gaya berpakaianmu kekinian banget.” Aku penasaran dan aku berpaling untuk melihat seberapa kekinian sih Doyeon berpakaian itu, dan ya seperti yang kubilang tadi pubertas nya berhasil.

.

Entah sudah berapa lama aku memandangi Doyeon yang menunggu hujan berhenti, seraya menyatukan kedua telapak tangannya dan menggerakannya ke atas bawah. Omong-omong ini enam hari setelah pengakuanku di taman. Setelah hari itu tidak ada yang berubah, Doyeon tetaplah Doyeon. Tapi aku mana tahu isi hati yang sebenarnya, namanya juga cewek.

 

“Wooseok!” sudah kubilangkan, Doyeon berseru selagi memperhatikan apa yang aku lakukan, tunggu seperti ada yang berbeda dari gadis ini, baju serangam sekolah lengkap (sumpah lagi aku enggak lihat yang itu!), wajahnya sama saja seperti kemarin-kemarin tidak ada make-up menor mungkin cuma vitamin bibir dan tabir surya, rambutnya hitam seperti yang ada di iklan shampoo dengan tambahan pita rambut mini di sebelah kiri—tunggu pita rambut?—okay yang membuatnya beda adalah pita rambut. Sial Doyeon kawai banget (ehm).

“Hai Doydoy.” Kutampilkan senyum terbaikku nomor tiga, dengan sedikit kedipan mata, dan itu berhasil membuat gadis di depan ku ini tergelak. “Gimana udah ngomong ke Yeri?”

“Belum, nunggu waktu ya tepat aja lagipula aku juga enggak mau cepat-cepat.”

“Lo kenapa?”

“Enggak tahu juga.”

“Oh gitu. Baguslah hehe.” Aku mendengar nafas lega darinya sesaat setelah aku berkata bahwa aku belum ‘menyatakan’ perasaanku pada Yeri, Doyeon memberikan senyum liciknya.

Lantas aku kembali bertanya, “Apanya yang bagus?”

“Ya baguslah, peluang untuk mendapatkanmu masih ada, lagipula Yeri suka dengan Lee Chan kalau kau mau tahu, toh aku juga tidak kalah cantiknya dengan Yeri kan? Hanya sekedar mengingatkan saja sih setelah aku berbicara seperti ini bertingkah lah seakan tidak terjadi apa-apa, dan pengakuan ku barusan ibaratkan saja angin lalu, tapi kalau kau mau mempertimbangkannya aku mendukung penuh.”

Well, Gadis itu berlari melewati derasnya hujan, dengan berlari seperti tupai kecil. Aku tergagap Doyeon-aku-suka-ARRGGH—aku tidak tahu yang mana yang benar tapi menurutku Doyeon menampilkan episode terbaru dari pubertas nya dengan mengubah pola pikirnya, atau mungkin gadis-gadis akan melanjutkan pubertas mereka sampai berchapter-chapter maupun mengalahkan sinetron penjual bubur, atau sampai-sampai memecah rekor rating Goblin. Oh ya soal berita tentang Yeri dan Lee Chan kenapa aku tidak bereaksi apapun, mungkin jika dilambangkan hanya kata ‘oh’ saja yang mewakili.

.

.

.

LINE

Wooseok : Ide untuk mempertimbangkanmu tidak buruk-buruk amat, akan kupikirkan ❤ tidur yang nyenyak Doydoy :*

19 : 52 KST

Read.

.

.

.

Fin.

Baca lebih lanjut

High;

cover-high

H i g h

©2017 – CASTORPOLLUX

 [IOI’s] Doyeon  x  [PTG’s] Wooseok

AU!, Life, Hurt | Teen

.

‘Wooseok itu terlalu tinggi’

.

 

Doyeon melangkah pergi meninggalkan sekolah, dirinya sudah lelah dengan segala tugas; makalah, presentasi, video rekaman percobaan, dan beberapa tugas rumit lainnya. Pulang terlambat sudah menjadi kegiatan baru baginya, keluar—masuk—meminjam—mengembalikan buku di perpustakaan sudah acap kali dia lakukan untuk memenuhi tugas. Sampai Doyeon hafal setiap inci perpustakaan.

 

Mungkin yang Doyeon butuhkan sedikit piknik dan penyemangat? Atau mungkin makanan manis dan pacar? Entahlah Doyeon pun juga tidak tahu.

 

Ada sih beberapa lelaki yang disukai gadis itu, ‘cowok-cowok dengan reputasi tinggi’ pula, tidak salah juga sih Doyeon menyukai ataupun disukai. Tapi jika kalian ingin tahu tidak hanya seorang Kim Doyeon saja yang menyukai, namanya juga cowok dengan reputasi tinggi dan kalian tahu lah bagaimana, peluangnya pasti ada tapi kan hanya satu per dua, tidak dan ya. Benar-benar boyfriend goals intinya. Beberapa contoh emm Cha Eunwoo: ketua klub jurnalis, salah satu anggota Palang Merah, tampan, pintar, tidak sembrono, next Kim Mingyu yang ini kadang-kadang membuat Doyeon susah bernafas, tim inti basket, anggota terbaik tim futsal, duta lingkungan sekolah, tampan, dan selanjutnya ada Jung Wooseok lelaki ini satu kelas dengan Doyeon, anak basket, lelaki dengan tinggi seratus delapan puluhan ini sangat digemari oleh kakak dan adik kelas, pemuda Jung ini kadang menjadi moodbooster di kala dirinya merasa bosan (ketika upacara apalagi duh tinggi Wooseok menjulang bak tiang bendera. Sampai-sampai ada yang meneriakkan ‘tiangnya ada di kelas 2-3 woy haha’).

 

Sejauh ini belum ada sih lelaki yang mengajak ‘pergi berdua’ bersama Doyeon secara terang-terangan. Paling-paling hanya sekedar pulang kelompok bersama ataupun sebaliknya. Yang sering ya Wooseok toh mereka juga sekelas dan ya relasi mereka lebih dekat daripada pangeran-pangeran Doyeon yang lain.

 

Well, kembali lagi ke topik awal, Doyeon sampai di rumah. Sudah tidak bisa dicegah lagi dirinya untuk sekedar melepas kaus kaki, mengganti pakaian, Doyeon sudah terlampau lelah untuk melakukan hal simpel seperti itu, pikirnya ‘itu masih bisa dikerjakan nanti.’

Wooseok : Coba buka jendela deh Doy

Message line dari Wooseok, mengagetkan dirinya yang sudah terlelap kurang lebih seratus dua puluh detik, mau apa sih Wooseok kemari?

“Doy, keluar yuk cowok ganteng mau curhat nih.”

Woy ngapain sih udah malem juga?”

“Mau curhat, kan tadi sudah bilang gimana sih!” Wooseok tetap berdiri disana, tak sengaja Doyeon melihat Wooseok menggumam ‘duh dingin banget, siput banget si Doyeon’

Doyeon sudah selesai, akhirnya ia turun untuk menemui Wooseok yang katanya ingin ‘curhat’ dirinya turun dan sudah dihadiahi sapaan Wooseok, “DoyDoy.”

Sial. Kenapa Wooseok harus senyum, aduh panggilan apalagi itu DoyDoy ewh. Tapi tak apa bagi Doyeon ini adalah salah satu atau bisa disimpulkan ini adalah langkah hebat untuk lebih dekat dan menghapus label sahabat menjadi—seperti itu lah ya.

.

Destinasi berikutnya adalah taman. Taman ditambah malam hari ditambah berdua ditambah (lagi) sepi sama dengan ah lupakan. “Mau curhat apa sih, sampe ngajak kesini segala?” wajar saja Doyeon penasaran, karena tidak biasanya Wooseok mengajaknya ke taman, paling sering ya warung bakso di perempatan sana. “Duh gimana ya Doy jelasinnya, emm kalo Jung Wooseok suka sama Kim Yerim gimana, sebagai temen setuju lah ya.”

Shit.

Tau begini Doyeon tidak perlu pergi bersama Wooseok. Ibaratkan kau melintasi jalan raya, tiba-tiba ada gajah lepas dari kebun binatang. Itu mengagetkan bung!

“Kupikir apa Woo, ternyata kau suka Yeri, ulululu ternyata Wooseok sudah besar sudah berani naksir cewek,” hah yang benar saja. Kali ini tidak usah membahas bagaimana perasaan Doyeon, karena jika kita membahasnya cerita ini tidak akan tamat. “kalau begitu nyatakan saja perasaan mu kepada Yeri, apa susahnya? Tinggal bilang aku suka kamu lalu berikan dia barang-barang kesukaan perempuan, ajak kencan dia di akhir pekan, mudah kan bagaimana?”

“Duh makasih kesayangan.”

Demi kerang ajaib Doyeon tidak mendengar kalimat barusan. Tinggal tunggu Wooseok bosan dan memutuskan Yeri, atau mungkin menjadi perusak hubungan orang sangat menyenangkan dan menantang, ide-ide berikut boleh saja dilakukan asalkan Doyeon mampu menjalankan. Fakta nya memang benar Wooseok itu tinggi, saking tingginya sampai tidak bisa diraih.

.

.

.

Fin.

Baca lebih lanjut